Ikut beropini meramaikan media

Ramainya Ahok diawali oleh video yg diedit kemudian diposting di FB sehingga tersebar luas dan menjadi ramai seperti yg terjadi saat ini.
Menurut analisa penulis,
Pada saat ini jika ada pihak – pihak yang ingin mengacaukan suatu negara, akan sangat mudah untuk memulai “perang” yg dalam kalangan militer dikenal dengan istilah “proxy war”, penggalangan massa semakin mudah dengan membangun opini publik melalui sosial media dan media pemberitaan. Hal ini jadi latarbelakang utama aksi massa 4 november diseluruh penjuru tanah air. Memanfaatkan momentum yang tepat untuk membuat gejolak dan mengacaukan stabilitas negara. Sudah terbukti banyak negara tumbang dalam perang model ini. Dan kita liat perkembangan pemberitaan, bukan hanya mengangkat soal Ahok, namun mulai menyinggung kredibilitas kinerja Presiden dengan isu-isu baru yang coba untuk dimunculkan. Keuntungan Indonesia adalah, sejak awal mula negeri ini didirikan telah difahamkan dengan semangat pemersatu dalam nilai – nilai Pancasila “bhineka tunggal ika” yang menjadi benteng pertahanan terkuat dan tidak dimiliki oleh negara lain.
Kenapa Indonesia jadi sasaran? stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yg positif disaat negara – negara lain kolaps (data-data pertumbuhan banyak tersedia di internet),  peringkat 1 negara yg sukses melakukan amnesti pajak, jumlah penduduk yang potensial menjadi konsumen dengan daya beli tinggi, sehingga dapat dipastikan ada upaya -upaya penggagalan terhadap program pembangunan.
Tipe karakter masyarakat indonesia yg beriman, memiliki solidaritas tinggi, cinta tanah kelahiran, rela mati untuk membela keyakinan, menjadi media perang paling efisien. Tanpa biaya tinggi, mampu menggerakkan jiwa militansi rakyat untuk mencapai tujuan tertentu.
Apa yang harus dilakukan?
– selektif memilih media informasi pemberitaan
– tidak latah menyebarkan info melalui sosial media
– membandingkan dengan media pemberitaan lain yg kredibel
– berusaha mencari informasi tokoh yg sedang terlibat
– berprasangka baik kepada semua orang berdasar asas praduga tidak bersalah.
Karena perang yg paling sulit saat ini adalah perang opini, sosial media yg hampir seluruh rakyat memiliki bisa jadi amunisi, cukup dipersenjatai sedikit aksi, bisa jadi perang yang katanya suci.

Jadi kesimpulannya?
Siapa pelaku utama? Sebuah negara atau orang dibelakang negara?
Biar fakta yang berbicara.
Entah pada suatu masa, atau terbongkar dalam suatu era.

Perang lokal, skala internasional
Sayur pilkada, bumbu arab spring

DPS, 6112016
Original, namun tidak bisa dipertanggungjawabkan

Penafsiran pembaca terhadap isi sesuai amal perbuatan masing masing… keep slowly….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s