#1 Pemanasan

Larut dalam cinta itu indah, hati yang berkata entah dia jujur atau tidak selalu menjawab bahwa dia cinta yang mengindahkan.
Aku ingin larut dalam cinta itu, ingin larut dalam cintanya yang mmbuat pahit tetap jadi pahit, manis tetap menjadi manis. Jujur dalam setiap rasa, tulus dalam setiap senyuman.

Tidak sulit untuk bekerja, sulitnya adalah mendatangkan kata “mau” dalam setiap niat, mau bekerja?, mau mengerjakan ini itu?, mau bekerja militan, mau bekerja ikhlas.
Penerimaan kata mau harus berjibaku dengan gejolak perang antara malas dan niat. lebih baiknya adalah mau bekerja dan niat untuk bekerja dengan ikhlas. Sulit? Ya memang sulit….

Mencintai itu rumit, apakah dia kata yang bisa menyatukan hidup seseorang 20 hingga 50 thn? ataukan saya sendiri yang merumitkan makna cinta itu?
Saya nyaman bersamamu, tenang bersamamu dan damai bersamamu. Apakah ini cinta?
Ya, ini cinta. Meskipun aku tak tau apa itu cinta. Aku memilih maknanya untuk menjatuhkan cinta kepadamu.

Mungkin untuk bersatu kita sulit, pun juga untuk mengungkap kepemilikan hati. Ia terkadang harus berfikir untuk memilih. Memilih pada logika yang terhitung dengan rumus2 untuk mendapatkan nilai 100. Sedangkan sebenarnya tidak selayaknya hati harus berfikir. Ia ada untuk merasa. Mengungkap rasa dan menerima rasa.
Sedangkan kita hidup pada dunia yang terus menghitung 1+1 adalah 2. Mengabaikan koma dibelangkanya. Yang biasa kita jawab dengan 3. 1,5 ditambah 1,5 sama dengan 3. 1 diriku yang memberi soal, 1 jawaban yang kau ungkap, 1 cinta yang membenarkan.

Saya mungkin tidak diminta untuk lebih lama berladang, namun saya berharap tidak disegerakan memanen semua ladang yang masih saya rencanakan untuk menanam apa…

Diantara dua menara, yg mengumandang adzan dan dentang lonceng doa. Bersatu hanya dalam bayang2 kelabu… Bersuara dalam bahasa yang berbeda. Aku mengungkap kata merangkulmu, dirimu tersenyum diam dalam dekap damai mentari senja….

Bisa menulis itu menyenangkan, mengungkap fikir dalam kata. Tidak hanya terbungkus bungkam dalam diam.
Menulis apa saja, menulis yang bisa kamu anggap benar dalam pembenaranmu, ataukah mengungkap cinta pada orang yg ingin kau akui sebagai cintamu.
Setidaknya, kamu membuktikan pernah hidup dan pernah berfikir.

Jika suaraku tak terdengar jelas, mendekatlah. Ia tidak sedang bersuara dalam kata, ia berbisik dalam riuh rasa.

#1 Pemanasan dari 3 tahun kebungkaman #Januari I 2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s