Yang terungkap dari kertas

Diam, bisu dan sombongnya kamu.
hanya hadir ketika diri ingin mengungkap rasa.
kamu datang tanpa makna, berpura-pura suci namun palsu
kadang ingin kugores cerita tentang waktu yang berlalu
kadang juga ingin kuhapus nodamu dalam bait sesal
namun, hanya kamu yang buat hidup ini bermakna
hanya kamu yang jadi bukti dunia pernah ada, sebelum butir – butir elektron memancarkan kenangan

masih menginginkanmu?
ya, sampai saat ini aku tidak pernah hidup tanpa tatapmu
untuk mengungkap inipun, aku harus berdamai dengan sombongmu
terima kasih, untuk waktu yang hilang dalam kenangan
dalam selembar kertas putih yang tak tau kenapa ia diperbincangkan

 

hasil diskusi singkat dari puisi dengan topik “kertas”
sore menjelang buka puasa di JTCC 26/7/14

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s