Kejadian Kecelakaan Lalu Lintas di Jawa Timur Akibat Faktor Sarana dan Kecelakaan di Perlintasan Sebidang KA

Berdasarkan data dari Kepolisian Daerah Jawa Timur, pada tahun 2012 jumlah kecelakaan akibat faktor sarana (kendaraan) adalah sebesar 263 kejadian, menurun sebesar 17% dari tahun 2011 sebesar 316 kejadian. jumlah kecelakaan yang disebabkan oleh faktor kendaraan menduduki peringkat ketiga dengan persentase sebesar 1,08%, adapun yang menduduki peringkat pertama dari faktor penyebab kecelakaan adalah human error sebesar 93,5%, dan faktor Prasarana (jalan dan kelengkapan jalan) sebesar 5,07%.

Upaya penurunan Kejadian kecelakaan merupakan kegiatan yang tidak hanya melibatkan Dinas Perhubungan dan LLAJ Provinsi Jawa Timur saja, namun melibatkan instansi pendukung lain yang memiliki kewenangan sesuai yang ditetapkan oleh UU no 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Oleh karenanya sebagai komitmen dalam penerapan UU tersebut, Dinas Perhubungan dan LLAJ menyelenggarakan kegiatan terkait penurunan jumlah kejadian kecelakaan yang disebabkan oleh faktor kendaraan khususnya terkait laik jalan kendaraan wajib uji meliputi mobil penumpang umum, mobil bus, mobil barang, kereta gandengan, kereta tempelan dan kendaraan khusus melalui kegiatan peningkatan kompetensi penguji kendaraan bermotor, Pertemuan/Pembinaan Penguji Kendaraan Bermotor, Pembinaan Pengusaha Karoseri dan Konstruksi Kendaraan Bermotor, Pembinaan Pengemudi Angkutan Penumpang, Pemilihan Penguji Teladan Tingkat Provinsi Jatim, Monitoring dan Evaluasi Penguji Kendaraan Bermotor, Pembinaan/Lomba Tertib Lalu Lintas Angkutan Kota, Kampanye Keselamatan Lalu Lintas Jalan, Operasi Sadar Keselamatan dan Ketertiban Lalu Lintas di Jatim.

Demikianpun halnya dengan jumlah kejadian kecelakaan di perlintasan sebidang Kereta Api. Berdasarkan data dari Kepolisian Daerah Jawa Timur pada tahun 2012, jumlah kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api adalah sebesar 22 kejadian, menurun 25% dari tahun 2011 yang sebesar 30 kejadian. Di Provinsi Jawa Timur terdapat Jaringan rel Kereta Api Lintas Raya sepanjang 681,912 Km, jaringan rel pada lintas cabang sepanjang 421,200 Km dan panjang rel pada jalur lainnya 118,306 Km, sehingga total jaringan rel di Jawa Timur sepanjang 1.221,418 Km. Dari total panjang jaringan rel tersebut, terdapat 350 perlintasan sebidang yang dijaga dan 1.099 perlintasan sebidang yang tidak. Khusus pada perlintasan sebidang yang tidak dijaga, telah terpasang sebanyak 120 unit AEWS hingga tahun 2012.

Sebagaimana disadari, kejadian kecelakaan dipengaruhi oleh berbagai faktor yang kompleks dan memerlukan kerjasama serta komitmen berbagai sektor pemerintahan dalam upaya menurunkan jumlah kejadian kecelakaan. Tingginya pertumbuhan jumlah kendaraan turut mempengaruhi meningkatnya jumlah kejadian kecelakaan tidak hanya di Jawa Timur melainkan diseluruh wilayah Indonesia. Sedangkan disisi lain, pembatasan pertumbuhan kendaraan sulit dilaksanakan mengingat kendaraan merupakan sumber devisa strategis sebagai tolak ukur pertumbuhan perekonomian.

Denni Sasmita, 18/12/2013

One thought on “Kejadian Kecelakaan Lalu Lintas di Jawa Timur Akibat Faktor Sarana dan Kecelakaan di Perlintasan Sebidang KA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s