Sekar Putri

tak ada yang ku tau dari diammu saat itu
membuang lamunan dalam sudut hampa dinding yang bisu
entah sebuah makna apa yang tersimpan dalam tatapanmu
jiwa meragu dalam sebuah tanya tentangmu

cinta mungkin bukan sebuah rasa
cinta juga bukan sekedar makna
namun kesadaran dalam desir darah saat mengingatmu,
damai senyummu, tatapan mata indahmu dan rangkaian kata yang terucap dari bibirmu
menerangkan sebuah rasa untuk mengungkapkannya sebagai cinta

mungkin perjalanan ini terlalu melelahkan bagimu
melalui tiap waktu seperti mentari yang terbit pagi dan kembali pagi
indah ketika bertemu namun meredup saat senja menyambut
mungkin jiwamu lelah dalam penantian
menunggu, menunggu, menunggu, menunggu dan menunggu waktu memberikan detiknya
menaungkan kita dalam hamparan bunga, debur ombak dan desir desir angin yang menidurkan jiwa

melupakamu?
ah, aku tak ingin melupakanmu
biar waktu memberi jawabnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s