memaknai Arti Kelulusan

Ada sebagian diantara “penerus bangsa” ini begitu bersemangat ketika pesta kelulusan datang.  Ada yang mengungkap keluhnya selama beberapa tahun menjalani masa pendidikan, ada juga yang sekedar diam menatap bayang – bayang diri yang terkadang pudar ketika cahaya lampu podium meninggalkan sorotnya. sebuah tanya yang selalu terbesit dari lulusan segar yang mulai menjejakkan kakinya dalam dunia baru. “Jadi apa aku setelah pesta kelulusan ini selesai?”

Tidak sedikit yang sudah beruntung mendapat tawaran kerja ketika ia masih menjadi mahasiswa? Namun hanya segelintir orang yang merasakannya sebagai kenikmatan dibandingkan ribuan suara hati atas “ketidak beruntungan”. Beberapa hal yang dikatakan nasib “kurang beruntung” itu dapat diartikan karena memang orang tersebut tidak mampu mencapai tingkat kecerdasan lebih dari rata – rata, sehingga ia kurang dikenal dan sedikit atau tidak ada sama sekali tawaran pekerjaan yang datang atau bisa juga karena faktor manusia itu sendiri yang terlalu “mengelola dan menikmati” kemalasan sehingga tidak ada sedikitpun yang diharapkan dari pesta kelulusan itu selain telah selesai mendengar bualan orang yang “Terlalu Pintar”.

Saya mencoba melihat “prosesi” kelulusan ini dari sudut pandang saya sendiri sebagai seorang siswa yang akan menyelesaikan pendidikan di sebuah Sekolah Tinggi Kedinasan di ( RI 26 ). Istilah lain dari Siswa disini adalah Taruna. Namun entah kenapa saya menikmatinya dengan sebutan siswa.

Kelulusan disini mungkin adalah harapan dan mimpi pertama ketika pertama kali disambut dalam sebuah upacara kedatangan memasuki kampus. Gambaran seram diluar karena bangunan khas pendidikan asrama tak lagi datang, digantikan oleh rasa takut gertakan senior yang sebenarnya adalah hal biasa ketika sudah cukup lama berada ditempat ini. Hari – hari yang penuh dengan keluh terasa jadi hidangan wajib ketika matahari belum menebar hangatnya. 1080 hari berlalu dengan harapan untuk secepatnya membaur dengan dunia luar yang gaungnya telah terdengar diantara tembok pagar yang terlihat kokoh namun begitu bersahabat ketika hari libur tiba. Semangat terbesar bukanlah ketika dijanjikan nilai yang baik atas prestasi yang dibuat, namun semangat dan kesenangan terbesar adalah ketika pengumuman libur datang.

Sungguh ironis memang, namun ini adalah hal yang wajar bagi siswa yang memperoleh pendidikan dengan sistem asrama. Bertemu keluarga adalah kebahagiaan yang tak terkalahkan setelah beberapa minggu berkeluh kesah dengan kelemahannya sendiri.

Dan ketika saat itu tiba, ketika pesta kelulusan yang megah itu berakhir, kebimbangan yang selalu dirasakan itupun datang. Kemana dan harus diapakan semua ilmu yang dimiliki. Apakah dunia luar mau dan bersedia menjawab semua kerja keras saat mengikuti pendidikan? Apakah semua peluh terbayar ketika gelar akademik diperoleh?

Kita masih menerawang jauh dalam dunia yang begitu keras ketika  mulai menyadari bahwa sudah saatnya diri ini membaur dengan kehidupan yang terkadang sulit dimengerti. Kita juga masih menyembunyikan kegelisahan dalam senyum kepada keluarga yang dulu selalu dirindukan, kepada ayah dan Ibu yang menitikkan air mata ketika derap langkah pasukan wisuda berjalan dalam genderang kebanggaan. Dan sayapun juga belum akan menuliskan lanjutan artikel ini, karena saya juga tak tau kemana setelah prosesi wisuda itu berakhir.

Sedikit doa yang bisa saya ungkap dari hati terdalam semua orang yang saat ini sedang mempersiapkan kelulusannya : Ya Tuhan, berikanlah kami Rahmad dan HidayahMu, agar kami dapat melaksanakan tugas dan tanggungjawab kami dengan sebaik – baiknya. Berikanlah kami kekuatan untuk bersedia memilih jalan yang berat dan sukar tetapi luhur, daripada jalan yang ringan dan mudah tetapi hina.

24.06.2011 (22.57)

3 thoughts on “memaknai Arti Kelulusan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s