gawat punya pacar Taruna

“Wah, gawat ni kalau anak perempuan saya punya pacar taruna, pacarnya dua kontainer.”
“gawat juga kalau anak saya punya pacar artis film. Mereka kan gampang kena cinlok”
Inilah retorika-retorika yang terjadi saat beberapa ibu-ibu ngerumpi di sebuah beranda rumah.
Eh, tiba-tiba saja Si Budi, anak tetangga yang taruna itu, melintas didekat mereka dan menyapa, ”Selamat sore ibu-ibu!”. “Aduh…sudah gagah, sopan lagi ….. coba aku punya anak perempuan” kata mereka.
Itulah kehidupan, kadang-kadang orang tidak merasa bahwa setiap kalimat yang keluar dari mulutnya telah menjadi anak panah yang terlepas dari busurnya, melesat cepat dan tidak pernah kembali. Dia bisa membuat menang, tapi sebaliknya bisa pula membuat orang jatuh, tersungkur, lalu mati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s